Tentang Kami

PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) adalah perusahaan pertambangan yang didirikan pada 18 Maret 1991 berdasarkan Akta Notaris No. 29 yang diterbitkan oleh Mestariany Habie, SH di Ujung Pandang atau Makassar, Indonesia. Saat ini, Ceria sepenuhnya dimiliki oleh pemegang saham Indonesia.

Pada 2011, Ceria mendapatkan areal pertambangan di Blok Lapaopao seluas 6785 hektar melalui pemenangan atas lelang yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia. Penetapan pemenang lelang ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Kolaka Nomor 327 setelah Ceria mengalahkan 71 perusahaan nasional dan internasional peserta lelang.

 

Ceria memeroleh Izin Usaha Pertambangan (IUP Eksplorasi) sesuai dengan Surat Bupati Kolaka Nomor 348 pada 2011. Kemudian pada 2012 izin ini ditingkatkan dari IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi dengan Surat Bupati Kolaka Nomor 177.

Sertifikat Clear and Clean diterima pada 8 November 2013 dengan sertifikat nomor 817/Min/12/2013. Izin sebagai Eksportir Terdaftar untuk Produk Pertambangan Nomor 175/DAGLU/ET-TAMBANG/11/2012 didapatkan pada 29 November 2013, Surat Izin Ekspor (SPE) Pertama dengan No.1378/30/DJB/2017 didapatkan pada 4 Juli 2017, dan SPE kedua dengan No. 1775/30.01/DJB/2018 pada 26 Oktober 2018.

Kegiatan pertambangan Ceria dilengkapi dengan Izin (AMDAL: ANDAL, RKL-RPL) yang disetujui oleh Pemerintah sesuai dengan Keputusan Bupati Kolaka No. 113 tahun 2012.

Ceria sedang menyelesaikan pembangunan pabrik peleburan & pengolahan bijih nikel dengan teknologi Rectangular Rotary-kiln Electronic Furnace (RKEF) untuk memproduksi Ferronickel (FeNi) dan mengembangkan pabrik pengolahan nikel & kobalt dengan teknologi High-Pressure Acid Leaching (HPAL) untuk memproduksi bahan baku baterai.

Lokasi proyek berada di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kolaka bisa dicapai dengan transportasi udara dari Makassar dan Kendari. Penerbangan dari Makassar ke Pomalaa ditempuh sekitar 50 menit. Angkutan darat dari Pomalaa ke lokasi tambang ditempuh sekitar dua jam.

Tujuan

Tujuan kami adalah menciptakan nilai dan meningkatkan taraf kehidupan melalui penambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Misi

Untuk menghasilkan produk nikel dan kobalt dengan memaksimalkan nilai melalui praktik-praktik industri terbaik yang efisien.

Visi

Menjadi perusahaan nikel dan kobalt kelas dunia melalui praktik-praktik bisnis yang efisien dan berkelanjutan.

Nilai

  • Keselamatan – Kami menempatkan keselamatan sebagai prioritas tertinggi dalam kegiatan operasional kami setiap hari. Tujuan kami adalah terciptanya lingkungan kerja nir bahaya.
  • Lingkungan – Kami melindungi lingkungan dengan mematuhi standar dan persyaratan yang berlaku.
  • Keberlanjutan – Tujuan kami adalah memberikan kontribusi bagi pengembangan masyarakat setempat dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah

Pimpinan Perusahaan

Dewan Direksi Ceria bertanggung jawab atas pengelolaan Perusahaan yang efektif, efisien dan bijaksana. Dengan fokus yang tajam pada pertumbuhan yang berkelanjutan, Dewan Direksi dan tim manajemen kami bekerja dengan giat untuk melaksanakan rencana strategis Perusahaan dan memastikan perusahaan memenuhi komitmennya terhadap keunggulan dalam tanggung jawab lingkungan dan sosial.
Derian Sakmiwata

Derian Sakmiwata  menjadi pemimpin usaha keluarga ini dan ditunjuk menjadi President Director PT Ceria Nugraha Indotama pada tahun 2014.  Perusahaan juga dimiliki bersama Derian dan Cherisha Sakmiwata Sampetoding.

Lulusan Ilmu Bisnis Internasional dari Griffith Australia University tahun 2013 kini membawahi 800 lebih dari 1.000 karyawan dan mengelola wilayah tambang seluas 6785 hektar yang terletak di Wolo, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Area tambang ini mempunyai cadangan bijih nikel sebanyak 295 juta metrik ton. Melalui Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki selama 20 tahun dan dua kali opsi perpanjangan masing-masing 10 tahun, Derian memimpin Ceria untuk membangun pabrik peleburan nikel.

Derian Sakmiwata
President Director
Cherisha Sakmiwata

Cherisha Sakmiwata ditunjuk sebagai Director of Finance and Support di PT Ceria Nugraha Indotama sejak 2014. Dia menjalankan perusahaan bersama dengan Derian Sakmiwata dari kantor Makasar.

Cherisha Sakmiwata Sampetoding lulus dari Griffith University of Australia di Jurusan Bisnis Pemasaran dan menerima gelar Sarjana pada tahun 2013. Dia percaya bahwa  kerja sama yang baik di antara karyawan dan manajemen sebagai faktor besar yang menjamin tercapainya tujuan perusahaan.

Cherisha Sakmiwata
Director of Finance & Support

Djen Rizal diangkat sebagai Deputi Direktur Bisnis dan Hubungan Pemerintah PT Ceria Nugraha Indotama pada tahun 2019. Beliau bertanggung jawab untuk menjalin dan menjaga komunikasi dan hubungan yang baik dengan pejabat Pemerintah, BUMN, dan Lembaga Keuangan, sehingga visi dan misi perusahaan dapat tercapai dengan memuaskan. Djen juga terlibat dengan tim Pengembangan Bisnis dan Keuangan untuk pengembangan dan memastikan Proyek (Smelter RKEF 4x72MVA dan HPAL Nickel-Cobalt) akan selesai sesuai jadwal.

Djen Rizal lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia jurusan Teknik Industri, dan memiliki pengalaman lebih dari 28 tahun di Hubungan Bisnis & Pemerintah untuk Industri Energi, Sumber Daya Mineral, dan Pengembangan Properti.

Sebagai Deputi Direktur, Djen berkomitmen terhadap tujuan Perseroan dengan menjalankan konsep praktik pertambangan yang baik dan pembangunan berkelanjutan.

Djen Rizal

Deputi Direktur Bisnis dan Hubungan Pemerintah

Roimon Barus

Roimon Barus menjadi anggota Dewan Direksi di PT Ceria Nugraha Indotama mulai tahun 2017 sebagai Direktur Proyek Smelter.
Lulusan Teknik Metalurgi dari Universitas Indonesia tahun 1987 mempunyai pengalaman yang matang di operasional Smelter, Engineering, dan EHS di PT Vale, Tbk.
Saat ini membawahi proyek smelter yang terletak di Kec. Wolo, Kab. Kolaka, Prov. Sulawesi Tenggara.

Roimon Barus memimpin proyek smelter di PT Ceria Nugraha Indotama dari 2017 – sekarang.

Roimon Barus
Smelter Project Director

Aldo Namora bergabung dengan PT Ceria Nugraha Indotama pada tahun 2017 sebagai Head of Business Development. Aldo memiliki latar belakang Magister Teknik dan Sarjana Teknik di Bidang Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung dan memiliki pengalaman dalam bidang business dan project development selama 18 tahun sejak tahun 2002.

Aldo menjalankan fungsi utama pengembangan strategis bisnis perusahaan yang mencakup optimalisasi operasional tambang yang berkelanjutan dan investasi fasilitas pengolahan dan pemurnian yang sedang diselesaikan perusahaan saat ini, yaitu fasilitas Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) untuk memproduksi Ferroncikel dengan kapasitas total 4x72MVA dan fasilitas High Pressure Acid Leacing (HPAL) untuk memproduksi Mixed Hydro Precipitation dengan kandungan Nickel dan Cobalt yang kompetitif.

Aldo mengupayakan pengembangan bisnis perusahaan melalui identifikasi peluang bisnis dan pengembangan kerjasama dengan partner bisnis potensial (seperti kontraktor dan supplier, technology provider dan mantra strategis yang potensial) dalam bidang usaha utama perusahaan maupun usaha dan jasa yang mendukung bisnis perusahaan. Aldo juga terlibat aktif dalam pengembangan strategi marketing, identifikasi pasar dan customer.

Sebagai Head of Business Development, Aldo berkomitmen terhadap pencapaian tujuan perusahaan dengan mendorong pengembangan bisnis melalui rencana kerja, optimasi terhadap kegiatan usaha dan investasi yang efisien.

Aldo Namora

Head of Business Development

Tonggak Sejarah

Rencana strategis perusahaan di masa depan untuk menghasilkan produk nikel dan kobalt berkualitas dan menjadi perusahaan nikel dan kobalt kelas dunia.